Linux Virtualization

Migrasi OpenVZ

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai Bagaimana cara melakukan Migrasi Container OpenVZ dari satu host ke host lainnya. Ada 2 metode yang bisa digunakan yaitu menggunakan Rsync dan Live Migration.

Migrasi menggunakan Rsync bisa dibilang sebagai Manual Migration. Karena kita diharuskan meng-rsync beberapa folder dan file secara manual. Jika anda ingin menggunakan metode Rsync, saya sarankan untuk men-Shutdown VM nya terlebih dahulu.

Migrasi menggunakan Live Migration bisa dibilang sebagai Auto Migration. Karena hanya tinggal mengetikkan beberapa perintah, VM akan pindah secara keseluruhan tanpa perlu melakukan konfigurasi ulang di host baru.

Berikut adalah skema yang akan saya gunakan:
skema

Berikut adalah gambaran dari Host2 (Source) sebelum Migrasi
host2-before

Berikut adalah gambaran dari Host1 (Destination) sebelum Migrasi
host1-before

A. Migrasi menggunakan RSync (VM1: yuvia.sabto.com)
1. Pada Host2 (source) lakukan beberapa perintah berikut
# vzctl stop 1000
# rsync –verbose –progress –stats –compress –recursive –times –perms –archive /vz/private/1000 root@10.10.10.1:/vz/private/
# rsync –verbose –progress –stats –compress –recursive –times –perms –archive /vz/root/1000 root@10.10.10.1:/vz/root/
# scp /etc/vz/conf/1000.conf root@10.10.10.1:/etc/vz/conf/

2. Pada Host1 (Destination) ketikkan perintah berikut
# vzlist -a
# vzctl start 1000

3. VM yuvia.sabto.com akan berjalan dengan normal di Host1
host1-hasil-temp

B. Migrasi menggunakan Live Migration (VM2: ayana.sabto.com)
1. Under Host2, lakukan beberapa perintah berikut
# ssh-keygen -t rsa
[enter] -> [enter] -> [enter]
# ssh-copy-id -i .ssh/id_rsa.pub 192.168.1.15
# vzmigrate –online 10.10.10.1 1001

2. Under Host1, lakukan perintah berikut
# vzlist -a

3. VM ayana.sabto.com akan berjalan secara normal di Host1
host1-final

Saat ini kedua VM telah berhasil dipindah dari Host2 ke Host1. Dari kedua metode tersebut ada beberapa kelebihan dan kekurangan.

Rsync
(-) Membutuhkan downtime yang lebih lama dikarenakan VM akan di Shutdown saat proses Rsync
(+) Kemungkinan Migration Failed sangat kecil

Live Migration
(-) Kemungkinan Migration Failed sangat besar, karena ketika melakukan migrasi tiba2 network down, maka VM akan corrupt
(+) Waktu Downtime kecil bahkan tidak ada karena migrasi dilakukan secara Live

Sekian pembahasan mengenai OpenVZ Migration semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait