Linux Tips and Troubleshooting

Monitoring Server Linux Part 2 – Services

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Halo gan, postingan kali ini sebenarnya merupakan lanjutan dari Cara Memonitoring Server Linux Part 1 – Resource Hardware. Jadi untuk yang belum membaca artikel sebelumnya, silahkan untuk membacanya terlebih dahulu.

Oke langsung saja kita masuk ke part selanjutnya yaitu memonitor server linux dari sisi services. Selain dari sisi Hardware, server juga harus di monitor dari sisi services nya. Karena services ini yang membuat server tersebut berguna, berjalan dengan baik, dan bisa melayani permintaan client/user.

Services dari tiap server pasti berbeda-beda tergantung dari kegunaan server tersebut. Maka dari itu disini saya akan coba membahas berdasarkan kegunaannya. Tentu services-services berikut adalah yang umum digunakan.

Pada prinsipnya, tiap Services pasti akan berjalan pada sebuah Port. Dan satu Port hanya akan berlaku untuk satu service saja. Jadi tidak akan mungkin 2 services berjalan pada satu port. Nantinya kita akan bisa memastikan bahwa services itu berjalan dengan baik atau tidak berdasarkan dari Port nya.

Tetapi meskipun Service/Port nya sudah berjalan dengan baik di server, tidak menjadi jaminan bahwa service tersebut bisa diakses dari user. Karena mungkin saja ada yang memblokir port tersebut sehingga tidak bisa diakses dari sisi client.

1. Web Server
Bagi server yang di jadikan sebagai Web Server, maka ada beberapa services yang pasti berjalan yaitu HTTP/HTTPS dan database. Berikut adalah default nomor port yang digunakan Web server:
http : 80
https: 443
Database: 3306

Untuk Mengecek apakah port tersebut sudah berjalan di server, anda bisa ketikkan perintah berikut:
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :80
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :443
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :3306

Jika muncul tampilan seperti gambar diatas, maka services web anda sudah berjalan dengan baik. Namun kita harus mengujinya apakah services tersebut benar-benar bisa diakses dari User. Cara nya adalah kita bisa melakukan telnet dari sisi client ke port tersebut. Berikut adalah tahapan untuk menguji nya dari sisi user:
– Buka Command Prompt/Terminal
– Lalu Ketikkan command dengan format seperti dibawah ini. (misal: IP server adalah 192.168.0.48).
telnet 192.168.0.48 80
telnet 192.168.0.48 443
telnet 192.168.0.48 3306

Jika muncul tulisan seperti Escape character is dan hanya muncul blank hitam, berarti port tersebut sudah bisa diakses dari User. Maka bisa di pastikan bahwa services tersebut sudah bisa diakses oleh User.

2. Email Server
Bagi server yang di jadikan sebagai Email Server, maka ada beberapa services yang pasti berjalan yaitu POP/POPS, IMAP/IMAPS, SMTP/SMPTS, dan HTTP (jika ada webmail nya). Berikut adalah default nomor port yang digunakan Web server:
POP: 110
POPS: 995
IMAP: 143
IMAPS: 993
SMTP: 25 (or 587)
SMPTS: 465
HTTP: 80

Untuk Mengecek apakah port tersebut sudah berjalan di server, anda bisa ketikkan perintah berikut:
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :110
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :995
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :143
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :993
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :25
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :587
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :465
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :80

Jika muncul tampilan seperti gambar diatas, maka services email anda sudah berjalan dengan baik. Namun kita harus mengujinya apakah services tersebut benar-benar bisa diakses dari User. Cara nya adalah kita bisa melakukan telnet dari sisi client ke port tersebut. Berikut adalah tahapan untuk menguji nya dari sisi user:
– Buka Command Prompt/Terminal
– Lalu Ketikkan command dengan format seperti dibawah ini. (misal: IP server adalah 192.168.0.48).
telnet 192.168.0.48 110
telnet 192.168.0.48 995
telnet 192.168.0.48 143
telnet 192.168.0.48 993
telnet 192.168.0.48 25
telnet 192.168.0.48 587
telnet 192.168.0.48 465
telnet 192.168.0.48 80

3. FTP Server
Bagi server yang di jadikan sebagai FTP Server, maka ada beberapa services yang pasti berjalan yaitu FTP/FTPS. Namun untuk FTPS ini biasanya custom. Tidak semua FTP memiliki FTPS. Berikut adalah default nomor port yang digunakan FTP Server:
FTP: 21

Untuk Mengecek apakah port tersebut sudah berjalan di server, anda bisa ketikkan perintah berikut:
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :21

Jika muncul tampilan seperti gambar diatas, maka services ftp anda sudah berjalan dengan baik. Namun kita harus mengujinya apakah services tersebut benar-benar bisa diakses dari User. Cara nya adalah kita bisa melakukan telnet dari sisi client ke port tersebut. Berikut adalah tahapan untuk menguji nya dari sisi user:
– Buka Command Prompt/Terminal
– Lalu Ketikkan command dengan format seperti dibawah ini. (misal: IP server adalah 192.168.0.48).
telnet 192.168.0.48 21

4. DNS Server
Bagi server yang di jadikan sebagai DNS Server, maka ada beberapa services yang pasti berjalan yaitu named. Berikut adalah default nomor port yang digunakan DNS Server:
FTP: 53

Untuk Mengecek apakah port tersebut sudah berjalan di server, anda bisa ketikkan perintah berikut:
netstat -tanp | grep LISTEN  | grep :53

Jika muncul tampilan seperti gambar diatas, maka services named anda sudah berjalan dengan baik. Namun kita harus mengujinya apakah services tersebut benar-benar bisa diakses dari User. Cara nya adalah kita bisa melakukan telnet dari sisi client ke port tersebut. Berikut adalah tahapan untuk menguji nya dari sisi user:
– Buka Command Prompt/Terminal
– Lalu Ketikkan command dengan format seperti dibawah ini. (misal: IP server adalah 192.168.0.48).
telnet 192.168.0.48 53

Untuk services diluar pembahasan diatas seperti dhcp, ntp, dll hanya tinggal menyesuaikan saja nomor port nya. Okay sekian pembahasan mengenai Monitoring server linux dari sisi services nya. Semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk share artikel ini supaya bisa bermanfaat untuk orang banyak. Jika ingin tanya jawab bisa dilakukan di kolom comment dibawah 🙂

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait